Archive for November, 2006

Friday, November 24th, 2006

Yang diterbangkan angin
adalah sehelai daun
ia tertelungkup di rerumputan
sebagai benda yang dilapukkan cuaca
dan ranting-ranting berdentingan
dan hujan pun basah
daun-daun berkibaran
sebagai helai yang merdeka
terlempar di wilayah batang
ke wilayah danau dan kali-kali
……………………………………………………
diambil dari sebuah puisi harian Republika 18 Nov 06

Friday, November 17th, 2006

Akhir pekan…

Sabtu pagi…hari yang baru…selalu hadapi dengan senyuman. Meski tugas akhir pekan menumpuk. Laporan KP yang deadline, tugas besar yang harus diasistensikan, bahan UTS minggu depan yang harus dipelajari, termasuk pekerjaan rumah tangga di kost yang harus dikerjakan. Akhir pekan ternyata bukan waktunya untuk bersantai2. Walaupun tadi pagi aku minjem buku buat ngilangin suntuk. Tapi akhir pekan waktunya mempersiapkan segala aktivitas minggu depan. Trus kapan istirahatnya donk…??(nurani kecilku protes).

Wednesday, November 15th, 2006

Atas sebuah dedikasi dan pengorbanan…

Ada sesuatu yang lebih bernilai dan berharga

Daripada hanya sekedar ucapan selamat dan terimakasih, tepukan tangan, sertifikat, piagam penghargaan, bahkan uang dan jabatan

Adalah keikhlasan…yang terpancar dari nurani sendiri

Karena dengannya berarti takkan ada penyesalan

akan kelelahan fisik dan kepenatan pikiran…

Yang ada hanya kelapangan dan kebahagiaan

Karena itu berarti…dirimu tak berdiam diri

……………………………………………………………………………………..

Aktivitas yang terasa hampa, seringkali tak disadari…Kita hanya mengharap hasil yang nyata dari apa yang kita lakukan. Atas jerih payah dan keringat yang mengucur..sayang sekali jika hanya mengharap sebuah hasil, karenanya pasti akan ada kecewa…

Tuesday, November 14th, 2006

Open Mind…

Open Heart…

Open Hand…

Homesick

Friday, November 10th, 2006

Pernah ngalamin yang namanya homesick..? Suatu ketika ngerasa kangen banget ma orang-orang rumah, merindukan suasana di rumah, bahkan pengen banget saat itu juga pulang ke rumah, unfortunately…semuanya itu ga kesampean, sampe-sampe ga semangat melakukan apapun, sampe2 ga nafsu makan dan pola hidupnya jadi kacau, pokoknya semuanya jadi ga teratur, akhirnya daya tahan tubuh menurun dan jadi gampang kena sakit. Entah dalam bahasa psikologinya apa, tapi aku lebih sering menyebutnya homesick…

Childish banget memang, tapi gimana lagi, aku juga manusia..yang punya rasa rindu pada keluarganya. Sejak balik ke Semarang aku emang udah ngerasa ga enak banget, kukira semua bisa diatasin setelah masuk kuliah, ketemu ma temen2, sibuk dengan segala aktivitas kampus. Tapi ternyata aku ga bisa melewatinya dengan baik, semua ga ngaruh, akhirnya sakit beneran deh…

i just need my family now. Keluarga yang selalu menerima apa adanya diriku, selalu mendukung apapun yang kulakukan (meski kadang juga suka melarang aku ngelakuin sesuatu, tapi aku yakin itu karena mereka peduli padaku).

Home Sweet Home…begitu aku menyebut rumahku, rumah yang sejuk karena banyak jendelanya, juga rumah yang hangat karena penuh dengan suasana kebersamaan, rumah yang manis karena penuh dengan kenangan indah ( meski kenangan terindahku masa kecilku tertinggal di kota bekasi ). I really miss home and my family…

LIfe is must go on…aku ada di semarang sekarang, meski selalu teringat rumah, but i’m right here now. Meski sekuat apapun aku berusaha menjadikan semarang sebagai rumah keduaku…semoga homesick yang menjangkitiku lekas sembuh

Ya Allah..terimakasih atas karunia terindah yang Kau berikan padaku, sebuah keluarga yang penuh kehangatan…

Thursday, November 9th, 2006

ketulusan…mudah memang mengucapkannya, tapi entah apa yang sebenarnya yang ada dalam hati. Bahkan aku sendiri pun tak berani mengakui bahwa apa yang kulakukan selama ini adalah berdasarkan atas ketulusan, karena memang sulit..

Itulah mengapa aku begitu berharap akan ketulusan yang sesungguhnya, seperti apakah terlihatnya? Atau memang tidak terlihat? lalu bagaimana kita bisa mengenalnya, jika tak bisa terlihat. Atau hanya bisa dirasa? Lalu seperti apa rasanya?

Tuesday, November 7th, 2006

Banyak orang bilang, kalo terbang jangan terlalu tinggi, soalnya kalo jatuh akan sakit banget..Banyak juga yang bilang, jangan kebanyakan bermimpi, karena kalo terbangun, akan menyesal…Bahkan ada yang bilang, kalo punya harapan jangan muluk-muluk, karena kalo ga kesampean, akan kecewa…

Tapi seorang Diah… ga percaya omongan semua orang, aku cuma percaya pada Allah, bahwa Dia akan mengabulkan doa hambaNya yang selalu berusaha, berdoa dan bertawakal…

Kalo sering denger nasehat "Gapailah cita-citamu sampai stinggi langit", wah setuju banget tuh, of course i will do that. Apalagi nasehat itu sering diomongin sama mama, orang yang mendoakanku disetiap waktu (I love u very much ma..)

So, ga ada yang ga mungkin…Aku yakin, semua harapan dan mimpi2ku akan tergapai kelak, maka itu aku harus mau terbang tinggi. Kalo jatuh, ya terbang lagi…(Kan masih ada pesawat yang laen)

Tuesday, November 7th, 2006

Ni’mat & karunia Allah yang begitu banyak hingga tak hingga, terkadang tak pernah kita sadari, bahkan seringkali kita mengeluh karena apa yang kita inginkan tidak tercapai…

Tak pernah diingat berapa kali kita bersyukur, atau mungkin bahkan tidak pernah..?? Na’uzdubillah…

"Maka ni’mat Tuhan yang manakah lagi yang kamu dustakan?"

"Ya Allah, jadikan aku ke dalam golongan orang-orang yang selalu bersyukur kepadaMu"