Bintang Berpijar…

April 11th, 2007 by diah-here

Tadi malam aku
memandangmu….

dari jauh…jauh
sekali…

Kau
menyala terang…berkelap-kelip indah…

menyinarkan semangat
yang kokoh dan pengharapan yang tulus

Aku menyebutmu
bintang berpijar

Karena
setiap kali menatap ke langit

sinarmu
yang paling terang

Bahkan
tak pernah redup kecuali saat tertutup awan

namun
kau tak pernah enggan

mengguguskan
diri bersama bintang lain untuk membentuk rasi

Semua
orang bangga melihatmu di atas sana

Kau
memang pantas…

Tahukah
bintang…aku ingin sepertimu…

terbang
tinggi dan diam di atas sana

bersama-sama
memancarkan cahaya pada semesta

dan
menyinarkan mimpi pada manusia

Tapi…

aku
tak bisa terbang setinggi itu, bintang…

aku
hanya bisa memandangmu dari bawah sini

dan aku
akan terus menatap langit

memaknai
sinar terangmu…

Maka
teruslah berpijar untukku…dan untuk semesta…

                                                                                          - give a spirit for
star -

Menyapa malam

April 10th, 2007 by diah-here

Menyapa malam… dingin…

tadinya mau nge-up date blog yang di blogspot, tapi..hiks..hiks..satu jam lebih ngutak-ngatik, ga bisa masuk juga…what happen with you blog??apa emang dasar aku aja yang gaptek. Atau harusnya aku up date kedua blog-ku, biar ga ada yang iri kali ya…

Ternyata berat juga ya jadi seorang Leader, ya..walaupun levelnya rendah, but..tetep aja, seorang pemimpin ya harus…..pfffhmmhh -sering2 menghela nafas dan mengurut dada-

Saat ada masalah, rasanya semua orang minta penyelesaiannya dariku, minta keputusan secepatnya. Toh, aku bukan manusia super yang ketika ada permasalahan, berpikir sebentar lalu mengeluarkan solusi instant…ting!!dan semua beres. Tidak…tidak bisa seperti itu…apalagi permasalahannya menyangkut kepentingan orang banyak, terlebih lagi menyangkut perasaan…duh..kalo sudah begini sulit sekali bersikap bijak dan adil. Dan biasanya, tiba-tiba saja bakat melankolisku yang terpendam dan tak pernah muncul seolah-olah muncul ke permukaan pada saat yang tidak tepat. Melobi semua orang yang terkait, memastikan kalo semuanya merasa adil dan ikhlas atas sebuah keputusan yang akan ditetapkan. lagi-lagi…
pfffhmmhh…..

Btw, kemrin si compie, yang biasanya setia menemaniku tiap malam, masuk ”rumah sakit”, penyebabnya, seorang teman menjejalkan virus tak dikenal dengan paksa. Untung yang bersangkutan bertanggung jawab, daripada ”sakit”nya si compie makin parah, dia segera dilarikan ke ”rumah sakit” terdekat. Untung cepat terselamatkan, kalo tidak, satu-satunya yang aku khawatirkan, naskah-naskah TA yang kupercayakan pada compie mungkin juga tidak tertolong. . Maaf ya compie, aku kurang telaten merawatmu, terlebih lagi tiap malam aku memaksa kamu menemaniku, bahkan kadang terjaga sampai pagi. Tetap bertahan sampai aku sidang sarjana ya…

-aku dalam kelelahan friend…-

April 9th, 2007 by diah-here

Ini adalah ujung dari pengasinganku…

Ini adalah perhentian dari perantauan yang tak tentu arah…

Ini adalah akhir dari kontemplasi sunyi…

Setelah bertanya pada nurani yang paling dalam

Setelah bertanya pada jiwa yang paling halus

Setelah bertanya pada akal yang paling sehat

"Apa kau akan tetap diam membisu? Membiarkan diri terpuruk dalam ketidakberdayaan - atau tepatnya pada keengganan - yang justru semakin membuatmu merasa tersia??"

"Tidak…!!!"

"Aku tak rela…"

Kalau pun aku harus diam…itu adalah saat dimana jantung ini berhenti berdetak dan darah ini berhenti mengalir…

Dan kina aku tak ragu lagi untuk berteriak…

"Bergerak atau mati!!!"

                         in other words………………………………..

Nuclear…

April 4th, 2007 by diah-here

24 Maret 2007, 15 negara anggota DK PBB, termasuk Indonesia, mengacungkan tangan memberi persetujuan secara bulat atas Resolusi 1747 yang dirumuskan Inggris, Prancis dan Jerman. Sanksi yang dijatuhkan terhadap Iran atas tuduhan – yang sampai sekarang tidak terbukti – pengembangan senjata nuklir untuk kepentingan militer.

Sejarah Proyek Nuklir Iran

Tahun 1953 Badan Intelejen Amerika (CIA), berhasil menggulingkan Perdana Mentri Iran Dr. Mohammed Mosseddegh. Alasannya : Mossaddegh melakukan nasionalisasi industri perminyakan yang merugikan Amerika. Proyek nuklir Iran kemudian didukung penuh Amerika, karena rezim Shah Reza Pahlevi dianggap sudah stabil, dapat dikendalikan dan telah menjadi sahabat sang adikuasa. Amerika menjamin bahwa proliferasi nuklir di Iran tak akan menjadi ancaman. Amerika kemudian memberikan bantuan teknis melalui kerjasama bertajuk “The US Atoms for Peace Program”, yang diikuti dengan pembentukan Tehran Nuclear Research Center tahun 1959 dan pembangunan sejumlah seaktor nuklir.

Tahun 1968, Iran menandatangani Nuclear non-Proliferation Treaty (NPT) dan diratifikasi tahun 1970, yang sekaligus memberi hak penuh pada Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir bertujuan damai dan memenuhi kebutuhan sipil.

Tahun 1970, saat revolusi Islam pimpinan Ozma Ayatullah Khomeini meletus, proyek nuklir Iran terhenti, padahal pembangunan fasilitas dan reaktor nuklir sudah berjalan lebih dari 50 %. Tersinggung, mungkin itu ekstrimnya, karena merasa Iran tak lagi bersahabat, Amerika pun berubah sikap. Setahun setelah itu, Amerika melakukan agitasi politik dan mengadu domba Irak-Iran. Tujuan utamanya jelas : melumpuhkan penguasa baru Iran yang menyebabkan mereka hengkang dari negeri kaya minyak ini.

Setelah perang berakhir, pemerintah Iran di bawah Presiden Hashemi Rafsanjani mulai berpikir ulang dan menilai penting untuk mengembangkan nuklir atas tiga dasar alasan: pertumbuhan penduduk, perkembangan pesat industri, penyusutan cadangan minyak. Hal sama yang juga dikemukakan negara-negara maju dunia yang telah mengembangkan energi nuklir. Namun negara-negara barat, terutama Amerika mencoba menganulir hal pokok ini dengan propaganda global : Iran berambisi mengembangkan senjata nuklir, bahwa Iran tak memerlukan energi nuklir karena mempunyai cadangan minyak bumi melimpah.

Lantas mengapa, Rusia dan Cina yang juga kaya akan sumber daya alam dibiarkan mengembangkan energi nuklir. Begitu juga dengan Prancis yang memasok kebutuhan listrik 80 % dari energi nuklir, Jerman 31 %, Korsel 40 %, Jepang 30 %, Amerika dan Inggris 20%. Bahkan Israel secara terbuka pernah mengumumkan pengembangan teknologi nuklir untuk memperkuat militer. Padahal sampai sekarang Iran baru melakukan pengayaan uranium mencapai 3,5 %. Sedangkan untuk bisa memproduksi senjata nuklir, pengayaan uranium harus mencapai 85 %. Kalaupun mau mengembangkan senjata nuklir, Iran masih harus menunggu lagi 10 tahun. Bila sampai saat itu, berapa % sudah perkembangan nuklir di negara yang sebelumnya sudah lebih maju dari pada Iran?

Lalu mengapa resolusi 1747 itu hanya dijatuhkan pada Iran – yang tidak jelas terbukti atas tuduhan pengembangan senjata nuklir? Pertanyaan retoris tampaknya. Karena dunia pun sudah tahu, ini adalah skenario sang adikuasa dan sekutunya. Tapi semua bungkam – termasuk negeri ini – mungkin karena terlalu takut pada sang adikuasa yang bermotto ”If you are not us, you are againts us”

-dalam keprihatinan pada dunia internasional-

SAMPAH…

April 2nd, 2007 by diah-here

Rata-rata timbulan sampah adalah 2,5 liter/orang/hari atau 900 liter/tahun. Bila penduduk kota adalah 100.000 orang, maka timbulan sampah setahun bisa mencapai 900.000 m3. Hal ini bila ditumpuk di lahan seluas gedung 5000 m2, akan mencapai ketinggian 450 meter atau gedung 450 tingkat
So what gitu..?? Salah besar kalo sampe sekarang kamu ga peduli dan ga pernah mau peduli sama sampah. Karena jelas-jelas penghasil sampah terbesar adalah kita, ya kaum manusia. Jadi jangan salahkan pemerintah kalo pemerintah ga becus ngurusin sampah (walaupun emang ada benarnya sih), tapi ga 100 % ketidakberesan penanganan sampah di negeri kita ini kesalahan pemerintah, karena yang menghasilkan sampah adalah kita sendiri. Yang jelas…perilaku dan cara pandang orang terhadap sampah merupakan akar masalah mengapa pengelolaan sampah dikota-kota besar di Indonesia begitu amburadul. Juga merupakan penanda niat dan komitmen Pemerintah yang rendah membangun sistem kelola sampah yang beradab. Jadi ga usah sok bergidik jijik melihat tumpukkan sampah di TPS yang ada di pinggiran jalan, kotor, jorok dan bau….sekali lagi….itu adalah cerminan masyarakat kita!!

What can we do??

Hal pertama yang harus dibongkar ialah cara pandang kita terhadap sampah : dari semula “sampah adalah sampah” menjadi “sampah adalah sumber daya”. Kalau cara pandang ini telah terpatri di kepala setiap anak manusia di Indonesia, perilaku yang positif terhadap sampah akan terbentuk. Soalnya, ketika sesuatu sudah diposisikan sebagai sumber daya, orang akan berpikir untuk memanfaatkannya. Pemanfaatan sampah oleh pemulung adalah salah satu contoh, dimana sampah anorganik yang dikumpulkan dijual ke pabrik-pabrik pendaur ulang, sampah organik yang dapat diubah menjadi pupuk ataub sumber daya bagi pembangkit listrik tenaga uap belum terkelola dengan baik.
Sampah perlu dikelola melalui kebijakan publik. Untuk memastikan kebijakan publik ini berjalan efisien, partisipasi masyarakat tentu merupakan syarat mutlak, namun pada kenyataannya hingga saat ini partisipasi masyarakat belum pernah dianggap penting. Masyarakat seharusnya dilibatkan dalam perencanaan pemerintah untuk mengelola sampah. Hal itu dapat ditumbuhkan melalui forum-forum diskusi sebagai sarana penyerapan aspirasi dan sosialisasi. Pengalaman dan kemampuan mengolah sampah sebenarnya telah dilakukan oleh sebagian kelompok masyarakat, misalnya Pembuatan kompos dari sampah rumah tangga, pemilahan sampah pasar yang disalurkan untuk pakan ternak dll. Banyak potensi masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pengelolaan sampah berskala kecil.
Pengelolaan sampah berskala kecil ini terkait dengan kategori sampah yang berbeda pada setiap lokasi. Sampah di pertokoan elektronik, misalnya tentu didominasi oleh kardus dan kertas. Sebaliknya, sampah pasar didominasi bahan organik. Dorongan untuk memilah sampah dari sumbernya tentu akan meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah. Untuk itu diperlukan stimulan untuk dan sarana untuk mendorong kepedulian warga mengelola sampah, sebagai contoh dibentuknya Community Organizer (CO) pada tingkat RW yang bertugas menggerakkan warga mengelola sampah dengan binaan Pemerintah Kota.
Keberadaan CO yang berperan sebagai fasilitator di tingkat RW diharapkan dapat menggerakkan warga untuk membersihkan lingkungan rumah dan membuang sampah pada tempat yang seharusnya. Pada tingkat lebih lanjut, pemilahan sampah dari sumber juga lebih mudah dilakukan jika kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah telah terbentuk. Pengelolaan sampah di lingkungan kecil juga perlu didukung oleh sarana dan perlengkapan pengangkutan sampah yang memadai. Gerobak serta kesejahteraan petugas angkut yang biasanya dibayar dengan iuran RW juga perlu ditingkatkan. Peningkatan ini dapat diupayakan melalui berbagai bentuk kerjasama dengan pihak ketiga.
Kesadaran warga untuk mau memilah sampah organik dan anorganik sebetulnya dapat dipicu dengan memberikan insentif berupa misalnya, pengurangan pajak bagi restoran, kantor, dan pusat bisnis yang kooperatif dalam pemilahan sampah ini. Kebijakan ini juga bisa diterapkan kepada para produsen barang-barang konsumsi, jika produknya ramah lingkungan, diberi pengurangan pajak. Produksi sampah dengan sendirinya dapat ditekan, dengan demikian cost yang harus dikeluarkan Pemerintah untuk memperbaiki lingkungan yang rusak akan berkurang.

Saat ini, sebenarnya ada hal yang lebih sederhana dan simpel bagi individu untuk berperan mengelola sampah, terutama untuk mengurangi volume timbulan sampah yang semakin hari semakin banyak. Yang bisa kita lakukan sekarang :
· Sampah organik dari kebun dan potongan sayur dikumpulkan untuk dikomposkan
· Sampah organik sisa makanan diberikan pada hewan periharaan, contohnya ; ayam, bebek, atau lele
· Sampah kertas dikliping artikelnya yang menarik dan sisanya dikumpulkan untuk dijual atau dikumpul untuk didaur ulang
· Berikan/jual perangkat logam yang rusak dan bram dari permesinan (besi, aluminium, kuningan, tembaga, brons, tima hitam) kepada pemulung
· Kemas dengan baik sampah berbahaya, dan salurkan kepada penerima sampah jenis khusus ini
· Sampah tersisa lainnya buang dengan baik ketempat pembuangan sampah sementara

So…you can contribute now…Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai dari sekarang…

“Syukurilah ni’mat Allah dengan memelihara bumi kita”

Perlombaan Saat Matahari Terbit

March 31st, 2007 by diah-here

Perlombaan Saat Matahari Terbit

Setiap pagi di Afrika, seekor rusa
bangun. Ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat dari singa
tercepat, jika tidak, ia akan terbunuh. Setiap pagi seekor singa
bangun, ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat dari rusa
terlambat. Jika tidak, ia akan mati kelaparan. Tidak penting apakah
kita sang rusa atau singa. Saat matahari terbit sebaiknya kita mulai
berlari

March 31st, 2007 by diah-here

Berhentilah…

Wahai jiwa yang
panjang angan-angan

Wahai jiwa yang
hanya mampu bernostalgia

Dengan sejarah
kemenangan

Wahai jiwa yang
hanya mampu merutuki kesalahan

Dari usaha orang
lain

Kini
saatnya memberi nama buat diri

March 31st, 2007 by diah-here

Betapa
takaburnya diri ini yang selalu saja mengabaikan peringatan-Nya dan
gagal merendahkan hati di hadapanNya. Apakah hati dan pendengaran ini
telah terkunci mati hingga tak kudengar sama sekali gema perjuangan
yang menyuarakan hingga ke dalam hati manusia? Alangkah dzalimnya
diri ini yang selalu mengatasnamakan perasaan-perasaan duniawi
sebagai apologi. Kesibukan, kesakitan, trauma, luka,
ketidakberdayaan…layakkah semua itu kujadikan sebagai alasan untuk
menghilang sementara dari perjuangan ini? Padahal perjuangan tak
mengenal kata henti, tak mengenal ambisi-ambisi pribadi dan tak
dibangun atas dispensasi, tetapi di atas azimah

Begitu
mudahnya kubiarkan kepalaku tunduk dalam kepasrahan. Lihatlah tatapan
garang Ernesto “Che” Guevara yang menertawakan diriku yang
terpuruk dalam stagnasi : Jika hati anda bergetar melihat penindasan,
maka lawanlah. Sebab diam adalah bentuk pengkhianatan

Rabbi,
jika esok bukan milikku lagi, tolong jadikan hari terakhir ini
sebagai hari yang paling berarti. Izinkan aku menuntaskan misi
muliaku. Biarkan aku berlari secepat angin dan menjalani sisa
penghidupan ini untuk menemukan arti diri, untuk merasakan mimpi
–mimpi terakhir dan tertinggi

Kontemplasi sunyi mengiringi perjalanan menyusuri relung hati

Negeri kami…

March 14th, 2007 by diah-here

Disini negeri kami

tempat padi terhampar

samuderanya kaya raya

tanah kami sungguh permai

di negeri permai ini, berjuta rakyat bersimbah luka…

Mendengar penggalan syair lagu di atas, miris rasanya… Negeri ini tak hanya kaya sumber daya alam. Jangan katakan bahwa tak ada SDM unggul yang mencukupi – walaupun memang tak sebanyak SDM di negara maju. Tapi bukankah sudah banyak orang pintar dan kaum intelektual, yang bahkan menempuh pendidikan hingga keluar? Jangankan katakan bahwa jumlah orang yang idealis dan bermoral sedikit – walaupun memang jumlahnya kian menyusut. Tapi bukankah begitu banyak pemuda dan mahasiswa yang turun ke jalan memperjuangkan hak rakyat?

Tapi tetap saja…hutan digunduli, manajemen transportasi tak pernah berubah, tata ruang semakin kacau, teknologi pemantauan dan peringatan dini cuaca tetap begitu saja, bahkan penyelenggaraan negara dan pemerintahan semakin memprihatinkan serta budaya korup semakin mengakar kemana-mana

Tapi tetap saja…program raskin, pembagian dana BOS, dana penanggulangan bencana justru diselewengkan. Pembangunan jalan tol, penataan BUMN, impor beras dijadikan ajang bagi-bagi uang di kalangan elite.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim :7)

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. (QS An Nahl : 112)

Na’udzubillah…

Dan negeri ini bertambah terluka saat musibah dan bencana datang beruntun. Tanah longsor, gempa bumi, banjir, kecelakaan transportasi, wabah penyakit, busung lapar…Tak bisakah belajar dari duka yang ada?…

                                                    Untuk negeri yang sedang terluka

Feel…

March 12th, 2007 by diah-here

Tentang semangat dan kesungguhan…bahwa hidup ini tak berarti tanpa perjuangan dan pengorbanan…bahwa semuanya ditentukan oleh keikhlasan…bahwa kemenangan sesungguhnya hanya diperoleh jika hati ini jauh lebih lapang. Dan diri ini masih bisa lebih besar dari sekarang…